Morfologi Telaah Morfem dan Kata
Rangkuman
Morfologi adalah cabang
linguistik yang mengidentifikasi satuan bahasa sebagai gramatikal atau bias
juga morfologi merupakan satu sistem dari bahasa secara luas struktur kata yang
senantiasa membentuk kalimat-kalimat tentu mengalami perubahan sesuai dengan
makna yang dikehendaki oleh penutur atau penulisnya. Kata morfologi berasal dari bahasa Inggris morphology, yakni ilmu tentang morfem.
Dalam bahasa Yunani morfologi berasal dari kata morphe yang berarti bentuk dan
logos yang berarti ilmu. Jadi, dalam bahasa yunani morfologi berarti ilmu
tentang bentuk.
Perubahan yang terjadi berpengaruh pada bentuk kata
terhadap makna( arti) dan kelas kata juga menjadi objek pembicaraan dalam
morfologi. Objek pembicaraan morfologi adalah morfem dari tingkat terendah ke
tingkat tertinggi. Adapun pengertian morfem itu sendiri adalah satuan bahasa
yang ikut dalam pembebntukan kata dan dapat dibedakan artinya atau juga dapat
dikatakan unsure terkecil dari pembentukan kata dengan aturan di suatu bahasa. Atau di dalam bahasa
Indonesia bias dikatakan imbuhan. Morfem dibedakan menjadi tiga bagian.
1. morfem
bebas
mofem bebas merupakan morfem yang
dapat berdiri sendiri, misalnya kata dasar rumah, pulang, jatuh, pergi, kota,
senang, takut, gerak, ibu. Kata dasar tersebut jika mendapat imbuhan tetap
memiliki arti.
2. Morfem
terikat
morfem
terikat ialah morfem yang selalu melekat pada morfem lain atau dapat memiliki
makna setelah bergabung dengan morfem bebas. Contoh : ber, ter, me, di, se,
-kan, i, -wan, -man, -wati, ke-, an, pe-an, se-nya, dan sebagainya. Contoh
dalam kalimat adalah seperti “ber” belum memilki makna dengan digabungkan
dengan morfem bebas “main” menjadi bermain dimana morfem ber- memiliki makna
sedang melakukan pekerjaan.
a. Alomorf
Alormorf
ialah varian morfem atau variasi bentuk. Varian terbentuk karena perubahan
bunyi. Alwi, dkk. 2003: 28) mengatakan bahwa alormorf adalah anggota satu
morfem yang wujudnya berbeda, tetapi yang mempunyai fungsi dan makna yang sama
yaitu merupakan unsur yang membentuk verba aktif.
Setiap
morfem terdapat beberapa morfem, seperti alormorf ber-, bel, be, me-, mem-,
men-, meng-, menge-, menye-.
b. Afiksasi
Afiksasi
sering disebut dengan proses pembubuhan afiks (imbuhan). Afiksasi ialah
pembentukan kata dengan cara meletakkan afiks pada bentuk dasar. Macam-macam
afiksasi dilihat dari posisi, asalnya, serta produtifnya, yaitu.
1. Diliahat
dari letaknya.
Dari
letak atau posisi, afiks dibagi menjadi dua macam yaitu prefiks atau dapat juga
disebut awalan, infiks (sisipan), sufiks (akhiran), dan konfiks (imbugan
gabungan).
a. Prefiks
prefiks
adalah afiks (imbuhan) yang ditempatkan dibagian muka dasar (mungkin kata dasar
atau kata kompleks atau jadian.
Contoh : ber- +
jalan = berjalan, nosi dari imbuhan ber pada kata berjalan adalah melakukan
tindakan jalan.
b. infiks
infiks
adalah afiks yang diselipkan atau diletakkan di tengah kata dasar.
Contoh
: -em- + getar = gemetar.
c. Sufiks
Sufiks
adalah morfem terikat yang digunakan di bagian kata belakang biasanya pada
akhir dasar.
Contoh
: -nya + buku = bukunya, nosi dari imbuhan –nya pada kata bukunya adalah
menunjukan kepemilikan.
d. konfiks
konfiks
adalah gabungan prefiks dan sufiks yang diletakkan sekaligus pada awal dan
akhir dasar.
Contoh
: meng-kan + kerja = mengerjakan, nosi dari imbuhan meng-kan pada kata
mengerjakan adalah melakukan pekerjaan.
2. Dilihat
dari asalnya.
Dilihat
dari asalnya, afiks bahasa Indonesia dibedakan menjadi dua macam yaitu afiks
asli dan dari bahasa asing.
a. Afiks
asli
Afiks
asli adalah afiks yang memang merupakan bentuk dari bahasa Indonesia itu
sendiri.
Contoh : ter- +
jatuh = terjatuh.
b. Afiks
asing
Afiks
asing adalah afiks yang berasal pengambilan bahasa asing yang sekarang telah
menjadi bagian sistem bahasa Indonesia.
Contoh
: pra- + sejarah = prasejarah.
3. Dilihat
dari produktifitasnya
Dilihat
dari produktifitasnya, afiks bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu afiks improduktif dan produktif.
a. Afiks
improduktif
Afiks
improduktif adalah afiks yang distribusinya terbatas pada kata-kata tertentu
saja, tidak dapat digunakan lagi untuk membentuk kata-kata baru.
Contoh
: -wi + manusia = manusiawi.
b. Afiks
produktif
Afiks
produktif adalah afiks yang memilki kesanggupan yang besar untuk melekat pada
kata-kata lain.