Selasa, 12 Maret 2013

reproduksi bacaan


Morfologi Telaah Morfem dan Kata

 
Rangkuman
            Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan bahasa sebagai gramatikal atau bias juga morfologi merupakan satu sistem dari bahasa secara luas struktur kata yang senantiasa membentuk kalimat-kalimat tentu mengalami perubahan sesuai dengan makna yang dikehendaki oleh penutur atau penulisnya.  Kata morfologi berasal dari bahasa Inggris morphology, yakni ilmu tentang morfem. Dalam bahasa Yunani morfologi berasal dari kata morphe yang berarti bentuk dan logos yang berarti ilmu. Jadi, dalam bahasa yunani morfologi berarti ilmu tentang bentuk.
Perubahan yang terjadi berpengaruh pada bentuk kata terhadap makna( arti) dan kelas kata juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Objek pembicaraan morfologi adalah morfem dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi. Adapun pengertian morfem itu sendiri adalah satuan bahasa yang ikut dalam pembebntukan kata dan dapat dibedakan artinya atau juga dapat dikatakan unsure terkecil dari pembentukan kata dengan  aturan di suatu bahasa. Atau di dalam bahasa Indonesia bias dikatakan imbuhan. Morfem dibedakan menjadi tiga bagian.
1.      morfem bebas
mofem bebas merupakan morfem yang dapat berdiri sendiri, misalnya kata dasar rumah, pulang, jatuh, pergi, kota, senang, takut, gerak, ibu. Kata dasar tersebut jika mendapat imbuhan tetap memiliki arti.
2.      Morfem terikat
morfem terikat ialah morfem yang selalu melekat pada morfem lain atau dapat memiliki makna setelah bergabung dengan morfem bebas. Contoh : ber, ter, me, di, se, -kan, i, -wan, -man, -wati, ke-, an, pe-an, se-nya, dan sebagainya. Contoh dalam kalimat adalah seperti “ber” belum memilki makna dengan digabungkan dengan morfem bebas “main” menjadi bermain dimana morfem ber- memiliki makna sedang melakukan pekerjaan.
a.       Alomorf
Alormorf ialah varian morfem atau variasi bentuk. Varian terbentuk karena perubahan bunyi. Alwi, dkk. 2003: 28) mengatakan bahwa alormorf adalah anggota satu morfem yang wujudnya berbeda, tetapi yang mempunyai fungsi dan makna yang sama yaitu merupakan unsur yang membentuk verba aktif.
Setiap morfem terdapat beberapa morfem, seperti alormorf ber-, bel, be, me-, mem-, men-, meng-, menge-, menye-.

b.      Afiksasi
Afiksasi sering disebut dengan proses pembubuhan afiks (imbuhan). Afiksasi ialah pembentukan kata dengan cara meletakkan afiks pada bentuk dasar. Macam-macam afiksasi dilihat dari posisi, asalnya, serta produtifnya, yaitu.
1.      Diliahat dari letaknya.
Dari letak atau posisi, afiks dibagi menjadi dua macam yaitu prefiks atau dapat juga disebut awalan, infiks (sisipan), sufiks (akhiran), dan konfiks (imbugan gabungan).
a.       Prefiks
prefiks adalah afiks (imbuhan) yang ditempatkan dibagian muka dasar (mungkin kata dasar atau kata kompleks atau jadian.
Contoh : ber- + jalan = berjalan, nosi dari imbuhan ber pada kata berjalan adalah melakukan tindakan jalan.
b.      infiks
infiks adalah afiks yang diselipkan atau diletakkan di tengah kata dasar.
Contoh : -em- + getar = gemetar.
c.       Sufiks
Sufiks adalah morfem terikat yang digunakan di bagian kata belakang biasanya pada akhir dasar.
Contoh : -nya + buku = bukunya, nosi dari imbuhan –nya pada kata bukunya adalah menunjukan kepemilikan.
d.      konfiks
konfiks adalah gabungan prefiks dan sufiks yang diletakkan sekaligus pada awal dan akhir dasar.
Contoh : meng-kan + kerja = mengerjakan, nosi dari imbuhan meng-kan pada kata mengerjakan adalah melakukan pekerjaan.

2.      Dilihat dari asalnya.
Dilihat dari asalnya, afiks bahasa Indonesia dibedakan menjadi dua macam yaitu afiks asli dan dari bahasa asing.
a.       Afiks asli
Afiks asli adalah afiks yang memang merupakan bentuk dari bahasa Indonesia itu sendiri.
Contoh : ter- + jatuh = terjatuh.
b.      Afiks asing
Afiks asing adalah afiks yang berasal pengambilan bahasa asing yang sekarang telah menjadi bagian sistem bahasa Indonesia.
Contoh : pra- + sejarah = prasejarah.

3.      Dilihat dari produktifitasnya
Dilihat dari produktifitasnya, afiks bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu afiks improduktif dan produktif.
a.       Afiks improduktif
Afiks improduktif adalah afiks yang distribusinya terbatas pada kata-kata tertentu saja, tidak dapat digunakan lagi untuk membentuk kata-kata baru.
Contoh : -wi + manusia = manusiawi.
b.      Afiks produktif
Afiks produktif adalah afiks yang memilki kesanggupan yang besar untuk melekat pada kata-kata lain.