Viona Rika Asviviana
A310120194/6F
Psikolinguistik
Judul: Pohon Trembesi
Tema: Cerpen ini mengankat kisah percintaan pada pemaja.
Karya: Adelya Mahgda Herena Maharani Putri
diunggah oleh pabelan
pos pada edisi 99 agustus 2013 halaman 22.
Cerpen karya Adelya Mahgda Herena
Maharani Putri dengan judul pohon trembesi ini berceritakan tentang kisah
percintaan pada remaja tingkat SMA. Cerita ini bermula ketika Tio menyukai Yoda
yang satu sekolah tetapi ia malu untuk mengungkapkan. Sikapnya pemalu ini
membuat Yoda tidak mengetahui perasaan Tio.
Saat ketika ingin
pulang bersama Tio mempunyai rencana tanpa harus mengungkapkan secara langsung.
Ia menyisipkan sebuah kertas berwarna merah kedalam buku matematika yang berisikan datang ke pohon trembesi di ujung
jalan di dekat sekolah jam 2 siang.
Lonceng pulang
sekolah pun telah berbunyi Tio bersama dua temannya mengijakkan kaki menuju
luar sekolah. Tio terlihat bingung dengan melihat sekelilingnya, temannya pun bingung
apa yang ia cari. Kemudian ia berlari meninggalkan temannya dengan mengayun
sepedanya.
Hari itu udara
begitu sejuk karena mendung. Tio tetap kekeh pergi ke pohon trembesi di ujung
jalan sekolah. Tepat di tengah perjalanan air hujan menetesi wajahnya, ia
melihat ke atas terlihat langit sangat
mendung. Dia berfikir mungkin Yoda tidak akan pergi ke bawah pohon trembesi
karena hujan.
Di sisi lain
Yoda tengah menunggu orang yang telah menulis surat dan diselipkan ke dalam
bukunya. Meski hujan mengguyur ia tetap saja meunggu, untung saja Yoda membawa
payung pada saat itu. Yoda duduk di bangku bawah pohon trembesi dengan memegang
payung tangannya.
Setelah beberapa
lama Tio mengayun sepedanya dengan badan basah ia tetap menuju pohon trembesi
itu. Ia melihat seseorng duduk di bawah sambil memegang payung. Kemudian, Tio
menghampiri gadis tersebut. Ternyata benar, Yoda datang dan menunggu Tio di
sana. Tio malu mengatakan kalau dia yang menyelipkan kertas ke dalam bukunya.
Akhirnya mereka berdua pulang bersama meski tio harus rela hujan-hujanan sambil
menuntun sepedanya.
Pada cerpen ini
mempunyai sifat suka terhadap seseorang tetapi perasaan itu hanya ia pendam
sendiri. Tokoh Tio mempunyai sifat suka terhadap seseorang, tetapi ia tidak
berani mengatakannya secara langsung. Kemudian dia lebih suka bertindak
daripada berbicara begitu pula Yoda anaknya pemalu dan menepati janji meski ia
tidak mengetahui itu surat dari siapa.
Alur yang terdapat
dalam cerpen ini adalah alur campuran karena mengingat tentang sebelumnya
seperti Yoda mengingat siapa yang telah menyisipkan kertas meras ke dalambuku
matematikanya kemudian ketika pulang sekolah Tio mengingat kembali bagaimana ia
menyisipkan kertas ke dalam buku Yoda ketika jamsekolah berlangsung. Serta menceritakan
apakah Yoda akan datang dengan hujan begini selama di perjalanan menuju pohon
trembesi pada fikiran Tio.
Cerpen ini terjadi pada siang hari, tepatnya pada pukul 2
siang ketika pulang sekolah. Tio dan Yoda bertemu di bawah pohon trembesi.
Kemudian amanat cerpen ini dapat kita ambil yaitu kita sebagai manusia jika
menyukai seseorang harus berani mengungkapkan perasaan kepada orang tersebut.
Hal lainnya kita lebih baik banyak bertindak daripada berbicara.
Dari segi kebahasaan sangat cocok untuk anak remaja dari
tingkat SMP sampai Mahasiswa sebab kata yang dipakai sederhana serta mudah
untuk dipahami. Kemudian tanda-tanda yang dipakai juga sudah cukup baik
contohnya pada kata “Kemana?”, “Tio!” dll. Selanjutnya kata bukan kata baku
seperti “sih maka telah di cetak
miring”. Penulisan kata yang lain belum terlalu aku pahami ketika
abu-abu-Yoda-duduk seorang diri di sebuah bangku yang terletak di ujung jalan.
Selanjutnya, di dalam cerpen tersebut tidak ada kata penghubung pada awal
paragraf.