Senin, 17 Maret 2014


Viona Rika Asviviana
A310120194/6F
Psikolinguistik
Judul: Pohon Trembesi
Tema: Cerpen ini mengankat kisah percintaan pada pemaja.
Karya: Adelya Mahgda Herena Maharani Putri
diunggah oleh pabelan pos pada edisi 99 agustus 2013 halaman 22.

Cerpen karya Adelya Mahgda Herena Maharani Putri dengan judul pohon trembesi ini berceritakan tentang kisah percintaan pada remaja tingkat SMA. Cerita ini bermula ketika Tio menyukai Yoda yang satu sekolah tetapi ia malu untuk mengungkapkan. Sikapnya pemalu ini membuat Yoda tidak mengetahui perasaan Tio.
Saat ketika ingin pulang bersama Tio mempunyai rencana tanpa harus mengungkapkan secara langsung. Ia menyisipkan sebuah kertas berwarna merah kedalam buku matematika yang  berisikan datang ke pohon trembesi di ujung jalan di dekat sekolah jam 2 siang.

Lonceng pulang sekolah pun telah berbunyi Tio bersama dua temannya mengijakkan kaki menuju luar sekolah. Tio terlihat bingung dengan melihat sekelilingnya, temannya pun bingung apa yang ia cari. Kemudian ia berlari meninggalkan temannya dengan mengayun sepedanya.
Hari itu udara begitu sejuk karena mendung. Tio tetap kekeh pergi ke pohon trembesi di ujung jalan sekolah. Tepat di tengah perjalanan air hujan menetesi wajahnya, ia melihat ke atas  terlihat langit sangat mendung. Dia berfikir mungkin Yoda tidak akan pergi ke bawah pohon trembesi karena hujan.
Di sisi lain Yoda tengah menunggu orang yang telah menulis surat dan diselipkan ke dalam bukunya. Meski hujan mengguyur ia tetap saja meunggu, untung saja Yoda membawa payung pada saat itu. Yoda duduk di bangku bawah pohon trembesi dengan memegang payung tangannya.
Setelah beberapa lama Tio mengayun sepedanya dengan badan basah ia tetap menuju pohon trembesi itu. Ia melihat seseorng duduk di bawah sambil memegang payung. Kemudian, Tio menghampiri gadis tersebut. Ternyata benar, Yoda datang dan menunggu Tio di sana. Tio malu mengatakan kalau dia yang menyelipkan kertas ke dalam bukunya. Akhirnya mereka berdua pulang bersama meski tio harus rela hujan-hujanan sambil menuntun sepedanya.
Pada cerpen ini mempunyai sifat suka terhadap seseorang tetapi perasaan itu hanya ia pendam sendiri. Tokoh Tio mempunyai sifat suka terhadap seseorang, tetapi ia tidak berani mengatakannya secara langsung. Kemudian dia lebih suka bertindak daripada berbicara begitu pula Yoda anaknya pemalu dan menepati janji meski ia tidak mengetahui itu surat dari siapa.
Alur yang terdapat dalam cerpen ini adalah alur campuran karena mengingat tentang sebelumnya seperti Yoda mengingat siapa yang telah menyisipkan kertas meras ke dalambuku matematikanya kemudian ketika pulang sekolah Tio mengingat kembali bagaimana ia menyisipkan kertas ke dalam buku Yoda ketika jamsekolah berlangsung. Serta menceritakan apakah Yoda akan datang dengan hujan begini selama di perjalanan menuju pohon trembesi pada fikiran Tio.
Cerpen ini terjadi pada siang hari, tepatnya pada pukul 2 siang ketika pulang sekolah. Tio dan Yoda bertemu di bawah pohon trembesi. Kemudian amanat cerpen ini dapat kita ambil yaitu kita sebagai manusia jika menyukai seseorang harus berani mengungkapkan perasaan kepada orang tersebut. Hal lainnya kita lebih baik banyak bertindak daripada berbicara.
Dari segi kebahasaan sangat cocok untuk anak remaja dari tingkat SMP sampai Mahasiswa sebab kata yang dipakai sederhana serta mudah untuk dipahami. Kemudian tanda-tanda yang dipakai juga sudah cukup baik contohnya pada kata “Kemana?”, “Tio!” dll. Selanjutnya kata bukan kata baku seperti “sih maka telah di cetak miring”. Penulisan kata yang lain belum terlalu aku pahami ketika abu-abu-Yoda-duduk seorang diri di sebuah bangku yang terletak di ujung jalan. Selanjutnya, di dalam cerpen tersebut tidak ada kata penghubung pada awal paragraf.