Viona rika
asviviana
A310120194/6F
Psikolinguistik
puisi
Doa
Karya:
Chairil Anwar
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa beraling.
A. Secara psikologis
Puisi
karya Khairil anwar dengan judul “doa” ini secara psikologisnya bahwa penyair
menyampaikan mentalnya sebagai manusia yang banyak dosa dalam liriknya
“Tuhanku, aku hilang bentuk, remuk”. Selanjutnya, penyair sebagai manusia yang
penuh dosa ini hanya bisa memohon pengampunan kepada Tuhan, karena kepada-Nya
tempat mengadu, memohon serta meminta pertolongan hambanya. Memohon pertolongan
janganlah hanya dalam keadaan susah saja, jika dalam keadaan senang hendaklah
kita sebagai manusia mengucap syukur supaya Tuhan memeberikan kemudahan setiap
perbuatan yang kita lakukan.
B. Secara fonologis
Bahasa
yang dipergunakan tidak sulit untuk dimengerti oleh para pembaca, mungkin hanya
saja ada beberapa kata kiasan yang tidak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Fonologisnya secara suprasegmental menggunakan nada lirih sebab puisi ini
mengandung permohonan terhadap sang pencipta. Secara segmentalnya kita dapat
melihatnya seperti:
1. Dalam
Termenung : (d) dan (t) terletak awal kata dan disebut titik arikulasi apiko-dental yang
merupakan oposisi minidimensi mengalami kontras makna.
2. Hilang
Bentuk: (g) dan (k) terletak akhir kata dan disebut titik arikulasi dorso-velar yang merupakan oposisi minidimensi mengalami kontras
makna.
3. Mengembara
Di Negeri: (d) dan (n) terletak awal kata dan disebut titik arikulasi apiko-dental dan
apiko-alveolar dan (m) titik
artikulasi bilabial yang merupakan multidimensi mengalami kontras makna.
Analisis struktur puisi
1. Tema
Tema puisi Doa karya Chairil Anwar
di atas adalah “penyesalan”.
2. Felling atau rasa
Penulis membuat puisi ini pasti
ketika ia sedang mengalami kesedihan atas segala dosa yang telah ia perbuat sehingga
khusuk memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.
Toon atau
nada
Puisi ini mengajak pembaca untuk merasakan apa yang di buat oleh
penulis seperti perasaan sedih atas segala perbuatan selama ini diperbuatnya.
4.
Amanat
Puisi “doa” mempunyai amanat yang dapat kita petik yaitu sebagai
manusia ciptaan Tuhan haruslah kita berbuat baik agar mendapatkan pahala
sebagai bekal di akhirat kelak. Jika sesuatu saat membuat dosa cepat-cepatlah
memohon ampun pada-Nya agar kita mendapatkan jalan terbaik dalam enjalani
kehidupan ini tanpa diganggu dengan rasa bersalah.
5.
Rima dan irama
Rima ini dapat kita lihat pada:
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Pada akhir setiap bait ada koherensi yakni “h” dan “I” agar
kita mudah melafalkan.
Irama dapat kita lihat pada setiap menggunakan bunyi
vokal”a” yaitu penekanan nada tinggi kemudian vokal “u” untuk menunjukkan
kesedihannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar