Senin, 17 Maret 2014



Viona rika asviviana
A310120194/6F
Psikolinguistik puisi
Doa
Karya: Chairil Anwar
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-mu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku 
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa beraling. 
A.  Secara psikologis
Puisi karya Khairil anwar dengan judul “doa”  ini secara psikologisnya bahwa penyair menyampaikan mentalnya sebagai manusia yang banyak dosa dalam liriknya “Tuhanku, aku hilang bentuk, remuk”. Selanjutnya, penyair sebagai manusia yang penuh dosa ini hanya bisa memohon pengampunan kepada Tuhan, karena kepada-Nya tempat mengadu, memohon serta meminta pertolongan hambanya. Memohon pertolongan janganlah hanya dalam keadaan susah saja, jika dalam keadaan senang hendaklah kita sebagai manusia mengucap syukur supaya Tuhan memeberikan kemudahan setiap perbuatan yang kita lakukan.
B.  Secara fonologis
Bahasa yang dipergunakan tidak sulit untuk dimengerti oleh para pembaca, mungkin hanya saja ada beberapa kata kiasan yang tidak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Fonologisnya secara suprasegmental menggunakan nada lirih sebab puisi ini mengandung permohonan terhadap sang pencipta. Secara segmentalnya kita dapat melihatnya seperti:
1.    Dalam Termenung : (d) dan (t) terletak awal kata dan disebut titik arikulasi apiko-dental yang merupakan oposisi minidimensi mengalami kontras makna.
2.    Hilang Bentuk: (g) dan (k) terletak akhir kata dan disebut titik arikulasi dorso-velar yang merupakan oposisi minidimensi mengalami kontras makna.
3.    Mengembara Di Negeri: (d) dan (n) terletak awal kata dan disebut titik arikulasi apiko-dental dan apiko-alveolar dan (m) titik artikulasi bilabial yang merupakan multidimensi mengalami kontras makna.
Analisis struktur puisi
1.    Tema
Tema puisi Doa karya Chairil Anwar di atas adalah “penyesalan”.
2.    Felling atau rasa
Penulis membuat puisi ini pasti ketika ia sedang mengalami kesedihan atas segala dosa yang telah ia perbuat sehingga khusuk memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.    Toon atau nada
Puisi ini mengajak pembaca untuk merasakan apa yang di buat oleh penulis seperti perasaan sedih atas segala perbuatan selama ini diperbuatnya.
4.    Amanat
Puisi “doa” mempunyai amanat yang dapat kita petik yaitu sebagai manusia ciptaan Tuhan haruslah kita berbuat baik agar mendapatkan pahala sebagai bekal di akhirat kelak. Jika sesuatu saat membuat dosa cepat-cepatlah memohon ampun pada-Nya agar kita mendapatkan jalan terbaik dalam enjalani kehidupan ini tanpa diganggu dengan rasa bersalah.
5.    Rima dan irama
Rima ini dapat kita lihat pada:
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Pada akhir setiap bait ada koherensi yakni “h” dan “I” agar kita mudah melafalkan.
Irama dapat kita lihat pada setiap menggunakan bunyi vokal”a” yaitu penekanan nada tinggi kemudian vokal “u” untuk menunjukkan kesedihannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar