“Kisah Cinta yang Tidak Biasa, Kontroversial, serta Adanya
Pertentangan Nilai Moral Dan Sosial.
Judul : Supernova (Ksatria, putri, dan
Bintang Jatuh)
Penulis : Dewi
Lestari Mangunsong (Dee)
Penerbit :
Bentang 2012
Halaman : 316
halaman.
Harga : 53.000,-
Novel yang di tulis oleh
Dewi Lestari (lebih akrab di panggil Dee), mengisahkan dua sosok pria yang mempunyai penyimpangan
sifat (gay atau homo) yang sudah mereka jalani selama 10 tahun. Nama mereka yaitu Dimas dan Ruben.
Meski mereka sepasang anak gay namun mereka mempunyai ikatan janji pada tahun
ke sepuluh dalam hubungan mereka yang sungguh luar biasa. Ikatan tersebut yaitu
mereka akan membuat roman sains yang romantis dan puitis terletak pada halaman
12, “ Sepuluh tahun dari sekarang, saya harus membuat satu karya. Satu masterpiece. Satu tulisan atau riset
yang membantu menjembatani semua percabangan sains”. Kata ruben. Dhimas
menjawab, “ Fine. Sepuluh tahun
buatmu, sepuluh tahun juga buatku. Satu masterpiece.
Roman sastra berdimensi luas yang mampu menggerakkan hati banyak orang.” Lebih
lengkapnya tentang tokoh di dalam novel tersebut adalah Dimas dan Ruben. Dimas merupakan sebuah mahasiswa lulusan dari
George Washington University, serta dia merupakan geng orang kaya dari
mahasiswa Indonesia atau anak yang berlebih harta. Sedangkan Ruben mahasiswa
dari lulusan dari
John Hopskins Medical School, dia termasuk dalam geng dari anak beasiswa yang
tidak berbaur harta serta hanya bergaul dengan buku-buku. Tetapi, meski mereka
kuliah tinngi dalam Universitas yang bagus di luar negeri, tetapi tidak
menyurutkan mereka anak yang normal seperti mahasiswa pada umumnya menyukai
lawan jenis.
Tepat sepuluh tahun sudah dari ikatan janji mereka,
memulailah mereka menulis tentang gambaran seorang pria yang tampan, kaya,
kerja kantoran, jabatan tinggi, menarik, dan produktif. Tokoh pria tersebut bernama Ferre atau sering
di panggil Re. Dia begitu menarik serta diidolakan oleh kaum hawa yang
mengetahuinya. Pada suatu hari datanglah wartawati dari tabloid kupu-kupu. Wanita
tersebut bernama Rana dan telah bersuamikan Arwin. Rana mencoba mewawancarai Re
dengan rasa gugup. Di balik kegugupan
Rana tersimpan rasa tertarik kepada Re. Lama kelamaan Rana mulai sadar bahwa
dia tertarik terhadap ketampanan pemuda tersebut. Bukan hanya tampak yang Re
kagumi tetapi juga tutur katanya yang begitu sopan terhadap semua orang. Rasa
suka ternyata tidak hanya terasa dalam hati Rana, melainkan Re juga merasa suka
terhadap Rana. Rasa sukanya tertulis sebuah puisi dalam carikan kertas yang di
tujukan oleh Rana. Terletak dihalaman 25.
Putri,
Kembalilah
ke puri ini,
Satu
semeta mungil yang mampu melumat bumi
Kalau
aku mau membetangkannya.
Inilah
nirwana yang mampu menampung perasaan kita.
Bumi
punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas
Yang
Berjaya dalam misteri.
Jendelaku
adalah carik-carik kertas…..
Berisi
daftar pertanyaan tentang dunia
Yang
takkan habis dimengerti.
Bumi
menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam.
Aku
cuma punya beberapa piringan hitam…..
Laut
pribadiku yang didalamnya selalu ada kamu,
dan
kamu lagi,
Samudera
kata terbelit music dan diudarai kenangan.
Di
dalamnya aku bisa berenang selama ikan.
Bumi
adalah sebuah kumparan besar
yang
melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya.
Melingkarkan
engkau dan aku.
Setelah agak lama keduanya saling tertarik dan
menjalin hubungan terlarang antara seorang wanita yang telah bersuami dan pria
lajang. Anehnya, Arwin tidak sedikitpun menaruh rasa curiga kepada Rana. Tetapi
hubungan tersebut tidak bertahan secara lama setelah Arwin memberikan harapan
bahwa akan membahagiakan Rana. Akhirnya Ferre pun merasakan patah hati dan ada
sedikit dari benak Re akan bunuh diri, namun semua itu gagal sebab ada seorang
wanita yang bernama Diva yang akan menyelamatkan kepuasannya. Diva seorang wanita yang cantik,
kaya, mapan, dan mempunyai pemikiran yang luas. Dan hanya pria yang berkantong
tebal pun yang menjadi pelanggannya. Tak di sangka Diva adalah tetangga seberang
rumah Ferre.
Dari kedua novel yang saya baca (supernova dan
bidadari-bidadari surga) sama-sama
menceritakan tentang perjalanan cinta. Seperti halnya pada supernova Dimas
dengan Ruben yang sama-sama mencintai tanpa melihat mereka sesama jenis. Hal
lain yang bisa di lihat pada perjalanan kisah Re dan Rana meski berujung tidak
dapat bersatu. Sedangkan pada bidadari-bidadari surga kisah cinta seorang kakak
bernama Laisa yang ingin menikmati sebuah namanya cinta tetapi tidak dapat
merasakan hingga akhir hayatnya. Semua itu bukan keinginannya tetapi sebuah
pengorbanan cinta seorang kakak terdadap adik-adiknya. Sungguh kakak yang
sangat mulia.
Menurut saya cerita supernova dapat dikatakan sebagai
cerita yang unik, sebab terkadang cerita ini masih masih tabu dianggap oleh
masyarakat serta diceritakan dengan unik oleh Dee. Maka dari situlah kelebihan
yang dimiliki oleh Dee sebagai penulis dari para pakar karya sastra dari
penulis novel yang lain. Karena, para pakar sastra melihat Supernova merupakan
karya sastra yang layak untuk diperbincangkan serta dinikmati karena
menagandung karya sastra yang sangat enarik untuk diperbincangkan oleh masyarakat
yang suka terhadap karya-karya sastra.
Kata sains yang terdapat dalam novel tersebut
sungguhlah menarik karena menjadi keunikan tersendiri untuk novel supernova dan
menjadikan asupan pengetahuan baru. Namun, kata sains tersebut bisa menjadi
kendala untuk pembaca awam yang ingin membaca tetapi tidak mengetahui istilah
sains didalamnya. Serta novel ini juga dikatakan sebagai novel Fiksi Indonesia
terbaik. Dikatakan sebagai novel terbaik karena dapat memadukan unsure sains
dengan keromantisan. Terdapat sebuah
puisi tentang cita-cita di waktu kecil Re yang terdapat pada halaman 35
dengan judul kesatria jatuh cinta pada putri bungsu.
Berbeda dengan novel bidadari-bidadari surga yang di
tulis oleh Tere-liye bahasanya menggunakan kata-katanya yang mudah dimengerti
serta biasanya membius pembaca sehingga pembaca dapat mengalir dalam suasana
novel tersebut. Suasana haru turut saya rasakan ketika membaca novel ini, tidak
terasa air mata membasahi pipiku dalam membacanya. Keharuan tersebut
benar-benar saya rasakan ketika badan Laisa mulai tak berdaya, kesehatannya pun
semakin menurun. Cerita tersebut terletak dihalaman 357-361. “ Dali... di mana
Dali-“ Kak Laisa lemah memanggil Dalimunte. Ia ingin semua ada di sampingnya
sekarang. “Ikanuri.. Wibisana... Di mana dua
singung itu?” Kak Laisa berusa tertawa kecil, meski itu sama saja keluarnya
bercak darah yang lebih banyak. “Ikanuri di sini kak.”Ikanuri duduk di sebelah
Dalimunte. “Intan.. Juwita.. Delima..” serta ucapan yang di tuturkan oleh Kak
Laisa tentang terimakasih terhadap Allah. “Ya Allah, terima kasih atas
segalanya.. Terima kasih... “ Kak Laisa mendesah pelan.. “Ya Allah, Lais
sunnguh ikhlas dengan segala keterbatasan ini, dengan segala takdirmu...
Karena, karena kau menggantinya dengan adik-adik yang baik... “ dan ucapan yang
dituturkan oleh Laisa untuk Yashinta menikah yang lima menit kemudian
pernikahan itu dilangsungkan. Ketika Mamak mencium kening bungsunya memberikan
kecupan selamat. Saat yang lain buncah oleh perasaan entahlah. Semua perasaan
ini.. Saat itulah cahaya indah mempesona itu turun membungkus lembah. Sekali
lagi, seperti sejuta pelangi jika kalian bisa melihatnya. Di sambut lenguhan
penguasa Gunung Kendeng yang terdengar di kejauhan. Telapak elang yang
melengking sedih. Sungguh novel yang menyayat hati pembacanya dengan cerita
perjuangan oleh seorang Laisa dengan kerja keras, ketulusan, dan kasih sayang
yang besar.
Penokohan yang dilakukan Dee sangat
kuat untuk novel fiksi. Serta sifat yang terdapat dalam setiap karakternya pun
jelas dan alur ceritanya yang tidak berbelit-belit. Tetapi jangan
sekali-sekali bagi pembaca yang belum mengenal pasti tentang kata-kata sains
membacanya. Jika belum memahami kata sains maka pembaca akan menglami kendala
yang cukup rumit. Pembacanya sebaiknya adalah remaja yang telah cukup umur.
Sebab kata yang dipergunakan cukup tinggi. Berbeda dengan bidadari-bidadari
surga. Novel ini berbalik jauh dengan supernova. Karena, bahasa yang digunakan
tidak kata yang tinggi serta dapat di baca oleh seluruh orang. Bahkan bisa
menjadikan sebuah nilai tersendiri bagi pembaca dengan sebuah pengorbanan cinta
kakak terhadap adiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar